Minggu, 23 Februari 2014

Ceritanya Keliling Pulau Bali Day 3

Akhirnya masuk juga ke hari ke tiga dan akhir dari perjalann dari perjalanan kami selama di pulau dewat ini. 
Pada hari ketiga ini perjalanan kami sedikit tertunda karena hujan cukup deras mengguyur bali di pagi hari ini walaupun ada jas hujan di motor tapi kami enggan berbasah-basahan, karena rencana perjalan hari ini cukup jauh. Jam telah menunjukkan angka 9.00WITA dan hujan telah reda, kami segera bergegas pergi untuk mengejar waktu. Sebelum memulai perjalanan kami mampir dahulu ke pusat oleh-oleh Krisna di daerah Kuta untuk membeli beberapa cindera mata untuk dijadikan buah tangan sekaligus sebagai proyeksi harga untuk menawar nanti di pasar sukawati, hehehe. Setelah beberpa cinderamata dan beberapa oleh2 khas bali kami lanjutkan perjalanan, tujuan pertama kami adalah pantai Sanur, untuk menuju kesana saya dengan PeDe (Percaya Diri)  tidak menggunakan GPS, hanya berpatokan pada petunjuk jalan karena saya pikir akan mudah menemukannya. Ternyata perkiraan saya meleset, saya berjalan terlalu memutar sehingga menempuh rute yang cukup jauh, sebelum makin jauh, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan bantuan GPS dari Nokia 620. Akhirnya kami di pandu melalui rute yang cukup cepat, dan akhirnya sampai juga di daerah Sanur, Pantai yang pertama saya kunjungi adalah pantai batu kapur.

pantai batu kapur
 Setelah dari pantai batu kapur kami mencoba mengunjungi pantai Sindhu yang juga masih di daerah Sanur, pemandangan pantainya hampir sama dengan pantai batu kapur, hanya saja di pantai ini lebih ramai dengan para pedagang.
Jam telah menunjukkan jam 11.00WITA perut sudah mulai keroncongan tapi masih harus membeli oleh-oleh dulu. Tujuan kami berikutnya adalah Pasar Seni Sukawati, pasar yang katanya wajib dikunjungi bila pergi ke Bali. Sampai di Pasar Sukawati kami segera masuk untuk mencari beberapa pakaian khas bali untuk dijadikan oleh-oleh. Dengan bekal gambaran harga di Krisna, kami pun menawar dengan harga yang jauh dari harga di sana, kami coba menawar sampai 1/2 harga yang ditawarkan para penjual di pasar ini, akhirnya setelah negosiasi yang cukup  baik dapatlah harga yang oke. Kesan kami berbelanja di pasar Sukawati ini cukup nyaman, dengan para penjual yang ramah dan masih mau diajak negosiasi harga walau kami menawar sampai 1/2 harga yang ditawarkan. Selesai berbelanja kami melanjutkan perjalanan menuju tempat makan yang direkomendasikan oleh banyak orang yaitu Bebek Bengil di daerah Ubud. 

Bebek Bengil + Lemon Tea & Bebek Samabal Hijau + Lemon
 Tidak butuh waktu lama untuk mencapai lokasi Restoran Bebek Bengil ini. Sesampainya disana kami langsung disambut baik oleh para pelayannya, saat diantar menuju tempat makan, kita disuguhi oleh pemandangan sawah di dalam area restoran, dibelakang restoran in juga terhampar sawah yang luas. Kami memesan seporsi bebek bengil + lemon tea dan seporsi bebek sambal hijau + lemon. Saat pesanan kami datang saya kaget karena ukuran bebeknya besar sekali. Rasa bebek bengilnya enak banget, kulitnya kering tapi dagingnya masih basah dan lembut, sambal mata nya juga juara enak bangettt... dijamin kenyang deh makan seporsi bebek bengil ini. untuk yang bebek sambal hijaunya juga rasanya enak, bedanya bebeknya sudah dilumuri dengan sambal hijau, disajiakan dengan nasi jagung, eemm yummy.

Tanah Lot
Selesai makan kami tidak langsung pergi tapi kami masih mau besantai-santai dulu disini menikmati suasana sawah sambil beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kami berikutnya yang lumayan cukup jauh yaitu menuju Tanah Lot.
Perjalanan menuju Tanah Lot dimulai, kami mengeset GPS dan mulai menyusuri daerah persawahan didaerah Ubud ini. Sepanjang jalan di daerah ini kami juga melihat banyak yang menjual aneka kerajinan kayu, sama halnya seperti waktu di jepara. Perjalanan menuju Tanah Lot ini menyenangkan, karena kami melewati daerah yang masih asri, banyak sekali sawah dan jalan yang sepi sehingga sedikit polusi udaranya.
Akhirnya sampai juga di Tanah Lot. Untuk masuk ke Tanah Lot kita wajib membayar tiket masuk sebesar 8000/orang. Hari ini Tanah Lot sedang ramia dikunjungi wisatawan, kami coba menjelajah ke sekeliling daerah ini. pemandangannya indah sekali, hanya sayang cuacanya mendung sehingga agak sangsi untuk dapat melihat matahari tenggelam dari sini, maka kami putuskan untuk kembali ke hotel sebelum gelap.
Sesampainya di hotel badan kami rasanya pegal semua, maka istri ku mencoba memesan pijat yang ada di Spa hotel kami menginap. Selesai di pijat, badan kami kembali segar, diikuti perut kami yang kembali keroncongan, maka kami langsung cari makan di sekitaran hotel. Kami menemukan warung makan yang juga ramai dibicarakan oleh banyak backpacker yang itu warung Ibu Rima, yang ada di daerah kuta. Saya memesan nasi dengan ayam goreng sedang istri saya memesan nasi dengan ikan lele.  Rasa masakannya enak, sambalnya pedesnya mantep, patut dicoba deh dan yang pasti harganya terjangkau, tapi warungnya hanya buka di malam hari.
Setelah perut terisi kami kembali ke hotel untuk nersih-bersih dan beres-beres karena besaok pagi jam 6.00WITA kami sudah harus terbang ke jakarta. Oiya ada satu laginoleh-oleh yang wajib dibawa yaitu Pai Susu, yang terkenal sjh namanya Pai Susu asli enak, kami membelinya dengan cara pesan via telepon dan minta diantar ke hotel dengan tambahan ongkos kirim, klo bisa pesannya dari 2 hari sebelumnya, supaya tidak habis dan bisa diantar.
Jam 9.00WITA, saya janjian di loby hotel dengan orang yang akan ambil motor dari rental motor, karena saya saya meminta diambil nya setelah jam jemput rental ini berakhir maka saya dikenakan biaya tambahan Rp20.000.
Oke sekian perjalanan kami mengelilingi Pulau Bali, memang tidak semua objek wisata kami datangi dan tidak semua makanan khas bali kami cicipi, tapi pengalaman menyusuri jalan dan menikmati indahnya pemandangan pulai ini cukup menjadi memori tersendiri untuk kami. jiahh... sok-sok-an hehehe...

Pantai Batu Kapur Rp.2.000 (parkir)
Pantai Sindhu  Rp. 2.000 (parkir)
Pasar Sukawati Rp. 2.000 (parkir)
Makan Siang Bebek Bengil Rp.230.000 (lupa berapa pastinya)
Tanah Lot Rp.8000/orang
Warung Nasi Ibu Rima Rp. 25.000
Pai Susu Asli Enak Rp. 200.000
Bensin Rp.14.000
Biaya jemput motor Rp.20.000
Taksi dari Hotel ke Bandara Rp.33.000 
 

Jumat, 07 Februari 2014

Ceritanya Keliling Pulau Bali Day 2

Setelah keliling pulau bali day 1 saya akan melanjutkan cerita pengalaman keliling pulau bali pada hari kedua kami. 
Perjalanan hari ke dua 22 Januari 2014
Pagi hari ini cuaca cukup cerah, sehingga mendukung jadwal kami untuk mengelilingi bagian selatan pulau Dewata ini. Ya kami akan mencoba mengunjungi beberapa pantai yang menurut informasi adalah surga yang tersembunyi. 
Sebelum memulai petualangan ada baiknya sarapan terlebih dahulu, menu sarapan hari ini adalah roti tawar dengan selai susu cokelat hehehe,,, selain hemat juga cepat, jadi ngga kelamaan sarapan. Oke selesai sarapan kami memanaskan motor sebentar, sembari menghidupkan GPS dan Peta Nokia 620 untuk memandu kami menuju tempat yang akan kami kunjungi.        
Oke tujuan pertama kita adalah pantai Pandawa... Dari daerah Kuta saya mengambil jalan menuju Nusa Dua melalui Tol Mandara. lalu melewati daerah perkampungan yang masih banyak dengan pohon-pohon, dan akhinya sampai juga di pantai Pandawa. untuk menuju tempat ini kita akan disuguhi dengan pemandangan gunung kapur dan beberapa tebing dengan ukiran patung dewa-dewa. 


Pantai Pandawa ini termasuk pantai yang masih sepi dan masih bersih. Setelah puas menikmati pantai Pandawa kami akan melanjutkan perjalanan ke pantai yang tak kalah menariknya yaitu pantai Karma Kandara. So nyalakan GPSnya kembali dan tancap gas ke Karma Kandara. 


Untuk mencapai pantai Karma Kandara dibutuhkan perjuangan yang besar, karena harus menuruni setidaknya 390 anak tangga, tapi perjuangan itu dibayar lunas dengan pemadangan pantai Karma Kandara yang indah ini. ternyata perjalanan keluar dari pantai ini menjadi 2 kali  lipat karena kita harus menaiki tangga yang tadi kita turuni. Sebenarnya ada cara yang lebih mudah untuk menuju ke pantai ini dengan menggunakan lift, tetapi kita harus membayar cukup mahal. Oke setelah sampai diatas kami putuskan untuk langsung melanjutkan ke pantai berikutnya yaitu pantai Padang-Padang..

Di tengah perjalanan menuju Pantai Padang-Padang kami mampir ke warung waralaba yang selalu  ada berdampingan itu untuk membeli air minum karena bekal air minum kami telah habis karena perjuangan menaiki tangga di pantai Karma Kandara tadi hehehe... Setelah mengisi perbekalan kami lanjutkan perjalanan menuju pantai Padang-Padang.


 Untuk mencapai pantai Padang-Padang ini ada dua rute yang bisa di lalui yaitu lewat tangga sebelum jembatan dan lewat Pura seperti yang dilalui oleh Julia Robert dalam film eat pray and love nya. Kami memilih  untuk melewati pura dan merasakan sensasi melewati celah batu karang. Di pantai ini banyak sekali bule yang berjemur, padahal mataharinya panas banget, suasana pantai yang tidak begitu ramai dan pantai yang tidak telalu berombak mungkin menjadikan tempat ini menjadi pilihan para turis untuk "membakar" kulitnya.
Oke mari kita lanjutkan perjalanan ini menuju pantai Dreamland. Dari pantai Padang-Padang menuju Pantai  Dream Land tidak begitu jauh, lokasi pantai Dreamland ini berada pada komplek perumahan mewah. 
Pantai Dreamland tidak begitu besar, hampir sama seperti pantai Padang-Padang dan di pantai ini terdapat payung-payung yang disewakan pada wisatawan yang datang. Di Pantai ini kami beli Pop mie untuk menggajal perut karena telah memasuki jam makan siang. sembari makan mie sembari menikmari hembusan angin pantai yang kencang. Setelah menghabiskan penggajal siang kami, perjalanan dilanjutkan menuju pantai Balangan.   
Perjalanan menuju pantai ini lumayan cukup jauh, saya hampir tidak yakin dengan jalnnya karena terasa seperti berputar dan sangat sepi sekali jalanannya. Dengan mengandalkan peta dan GPS pada Nokia 620 akhirnya kami sampai juga di pantai Balangan. Pantai ini juga merupakan pantai yang sepi karena masih sedikit turis yang terlihat di sekitar pantai ini. 
 Karena hari telah menjelang sore dan perut kami kembali keroncongan akhirnya kami putuskan untuk mencari makan  siang menjelang sore ini. Karena ini hari rabu dan sedang ada promo potongan 50% maka kami putuskan untuk makan di KFC Nusa Dua sambil menunggu sore hari untuk makan malam di pinggir pantai Jimbaran.
Waktu telah menunjukkan jam 6 sore waktunya pergi ke Jimbaran untuk makan malam sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam. Menu sore ini adalah Seafood dari Caviar Cafe Jimbaran. ditambah kelapa hijau wah lengkap sudah hari ini.

 Perut udah kenyang, kaki udah pegel, hari sudah menjelang malam waktunya kita kembali ke hotel untuk istirahat, karena besok kita masih ada jadwal mengelilingi Bali bagian tengah.

Pantai Pandawa : Rp 5.000 (Rp.2.000/orang + 1.000/motor)
Pantai Karma Kandara : Free
Pantai Padang-Padang : Rp.2.000
Pantai Dreamland : Rp 5.000 (Rp.2.000/orang + 1.000/motor)
Pantai  Balangan : Rp 5.000 (Rp.2.000/orang + 1.000/motor)
Makan Siang : Rp 45.000
Pantai Jimbaran: Rp 125.000 (makan malam)
Bensin : Rp 14.000
Bersambung ke Keliling Pulau Bali Day 3
 

    









Senin, 27 Januari 2014

Ceritanya Keliling Pulau Bali day 1

Nggak berasa udah tahun 2014 dan saya baru mulai nulis lagi. Mengawali tulisan di tahun yang baru ini saya akan menceritakan pengalaman saya dan istri liburan ke pulau Bali dalam rangka memenuhi kepinginan saya yang memang belum pernah kepulau ini.
Perjalanan dimulai pada tanggal 21 Januari 2014.
Pagi hari jam 5.00 WIB kami sudah berangkat menuju Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta naik si Merah yang setia menemani dikala cuaca subuh ini hujan dengan intensitas ringan karena penerbangan kami jam 6.50 WIB. Sampai dibandara hujan makin membesar, alhasil setelah parkir inap si Merah saya kebasahan. Setelah selesai bayar boardingpass saya masih sempat untuk ganti pakaian, dari pada masuk angin. Pesawat kami sedikit terlambat berangkat karena harus menunggu antrian terbang lepas landas yang ternyata sudah panjang.
Jam 10.30WITA kami akhinya mendarat di pulau Dewata dengan cuaca yang mendung mulai cerah. Segera setelah keluar dari bandara Ngurahrai saya menghubungi pak Yudi yang telah janjian akan menyewakan motor selama kami di Bali. Transaksi dilakukan di parkiran motor bandara Ngurahrai, praktis jadi ga perlu pakai taksi buat ke hotel hehehe... Paket penyewaan motornya sudah termasuk 2 buah helm dan 2 jas Hujan. Selesai transaksi kami berpamitan langsung menuju hotel Grandmas Kuta. Bermodal GPS dari smartphone istriku kami menyusuri gang-gang kota ini menuju hotel. sampai dihotel masih jam 11.30WITA sedangkan waktu chekin nya jam 14.00WITA jadi kami titip barang dulu sementara kami mau jalan-jalan dulu dan cari makan siang. Kami mulai jalan-jalan keliling Kuta, mencari tempat makan sembari melihat pantai. sayangnya pantai Kuta yang terkenal ini kondisinya kurang oke karena banyak sampah yang terhampar di sepanjang pantai.
 
 
Pantai Kuta
Setelah menengok Pantai kuta kami makan siang di Warung nasi pedes ibu Andika di jalan raya Kuta depan Supernova. Nasi, lauk dan sayurnya sama seperti warung makan pada umumnya, tapi sambelnya pedes banget. Jadi saya tau kenapa ini disebut nasi pedes, karena beneran pedes banget sambelnya.

Selesai makan siang saya dan istri, memutuskan untuk jalan-jalan melihat pantai Tanjung Benoa dan Pantai Nusa Dua. Kami mencoba melewati jalan bebas diatas laut yang terkenal ini Toll Bali Mandara, karena baru pertama lewat saya sempat salah belok dan akhirnya harus memutar untuk mencari jalan masuknya. Mengendarai motor di atas jalan toll ini sangat membutuhkan konsentrasi karena hempasan angin dari sampingnya cukup besar, sehingga harus jaga keseimbangan.

Toll Bali Mandara
Keluar jalan toll kami langsung mengambil jalan menuju Tanjung Benoa, kami ke salah satu pantai yang biasa digunakan untuk olahraga air. Tapi karena banyak anjing di pantai ini maka kami segera pergi menuju pantai berikutnya yaitu Nusa Dua.

Tanjung Benoa
Untuk menuju pantai Nusa Dua harus melewati semacam pos jaga yang memeriksa setiap yang lewat. mungkin karena lokasinya seperti di komplek perumahan elit gitu. setelah bertanya 2 kali karena takut salah belok akhirnya sampai juga ke pantai Nusa Dua. Kesan pertama lihat pantai ini bersih banget, tenang dan banyak bulenya hehehe... pantainya asik banget buat main air karena ombaknya yang tidak begitu besar, tukang yang berjualan nawarin aksesoris dan tato pun hanya terlihat 1-2 orang.




Pantai Nusa Dua (The Bay)

Setelah puas main air di sini kami putuskan untuk kembali ke Hotel untuk chek in dan istirahat untuk  membuat rencana nanti malam dan esok hari.
Hotel Grandmas Kuta
Setelah istirahat bebrapa saat untuk mengakhiri malam ini saya dan istri memutuskan untuk makan malam di Ayam Betutu Khas Gilimanuk di daerah Tuban.

airport tax : Rp.80.000
sewa motor : Rp. 150.000 for 3day
bensin : Rp. 17.000
parkir pantai Kuta : Rp.2.000
Parkir pantai Tanjung Benoa : Free
Parkir pantai Nusa Dua : Free
makan siang : Rp. 55.000
makan malam : Rp. 80.000
Toll Mandara : Rp 4.000 x 2 PP

bersambung ke  keliling pulau bali day 2
  



  

Selasa, 20 Agustus 2013

Balada Tugas Belajar (Kuliah lagi) di STTN Episode baru masuk

Yogyakarta 20 Agustus 2013
 Hari ini hari ke dua gw masuk kuliah di Sekolah Tinggi Teknik Nuklir - BATAN Yogyakarta, mumpung masih belum padet kuliahnya jadi bisa nulis blog.
Kemarin itu hari pertama gw kuliah gw berangkat dari Tangerang jam 4.30 pagi, dari bandara Soekarno-Hatta dianter Istri sama Ibu mertua. Jadwal pesawat jam 5.55 pagi, tapi pesawat baru take off  jam 6.20. Untung dapet duduk di deket jendela jadi lumayan bisa liat pemandangan pagi kota Tangerang, Jakarta dan sekitarnya. Jam 7.20 pesawat udah landing di Bandara Adi Sucipto. Jadwal kuliah hari senin jam 7.30, alamat telat masuk ini sih. Keluar bandara langsung dapet taksi ke Mess BATAN buat nitipin tas yang isinya peralatan rumah tangga. selesai taro tas langsung pergi ke STTN meluncur ke lantai 2 ketemu Risti (salah satu mahasiswa tugas belajar dari BATAN) lagi liat jadwal, langsung aja gw tanya minta bahan baju dimana? Rita: minta sama bu Rita sana di bagian Akademik. Tanpa berlama-lama langsung gw datangi bu Rita menagih bahan untuk seragam. perlu diketahui kuliah di STTN ini wajib memakai seragam, seragamnya mirip kayak sekolah tinggi penerbangan. karena gw telat gw tanya apa gw masih boleh masuk ruang kuliah jam pertama dan ga pakai seragam? katanya boleh dan seminggu pertama ini masih boleh kalo ga pakai seragam.

Perasaan agak dagdigdug waktu mau ngetuk pintu kelas, kira gw boleh masuk ga yah???
pas gw ketuk dan gw buka gw langsung bilang dengan Pak Tri Wulan mata kuliah Operasi Kinetika dan Pengendalian Reaktor??? Di jawab "Ya.. kamu ambil mata kuliah ini?" gw jawab Ya pak saya mahasiswa tugas belajar dari BATAN baru datang hari ini saya ambil mata kuliah bapak. "Ya sudah masuk saja".
dan gw masuk dengan baju bebas dan menjadi bahan pandangan semua mahasiswa di kelas, gw langsung menuju kursi paling belakang biar ga diliatin. Tiba-tiba sang dosen bertanya "kamu dulu dari mana?" gw jawab aja dari UNJ pak Universitas Negeri Jakarta. Dan semua mahasiswa langsung melirim dan Ohh jakarta bukan jogjakarta.Untungnya gw kenal sama salah satu mahasiswa yang ada di ruangan itu namanya Zuma mahasiswa beasiswa BATAN dari Belitung. selesai kuliah gw samperin si Zuma buat nanya-nanya.

Kuliah kedua gw praktikum sistem mikrokontroler yang ngajar kebetulan KaProdi gw jadi dia sekalian memperkenalkan gw sama anak-anak mahasiswa yang lain. kuliahnya cuma sebentar karena baru kuliah pertama jadi cuma perkenalan aja.

selesai kuliah gw minta tolong Zuma anterin ke tempat jahit baju seragam, dengan sabarnya si dia mau ngaterin gw ke tempat jahit dan gw dikasih pinjem motornya. Akhirnya gw tunggu temen gw Wuntat yang mau ngasih pinjem rumahnya buat gw tempatin di mess BATAN gw tunggu sampe jam 4 sore.

Jam 4 Wuntat udah nyamperin gw di mess BATAN, gw diboncengin ke rumahnya yang mau di pinjemin ke gw. sekali jalan gw lupa jalannya soalnya berliku-liku. habis magrib dia jemput gw lagi nagnterin gw ngambil tas sekalian gw ngapalin jalan ke rumah hehehe. hebatnya malam ini gw bisa tertidur dengan nyenyak di rumah baru ini, soalnya hawanya enak dan ga terasa menakutkan.

Jam 5.30 gw udah bangun dan sholat subuh lanjut nyapu rumah trus mandi. jam 6 gw keluar rumah pengen lihat kondisi lingkungan rumahnya  Wuntat. ternyata lingkungan enak, bersih dan masih asri, jaran banget ketemu lingkungan kayak gini di Jakarta. jam 7 kurang gw udah rapi-rapi pake baju seragam STTN yang dikirim sama temen kantor bekas anaknya. ga lama Wuntat dateng buat ngasih makan ayam nya trus kita berangkat. waktu berangkat gw sempet salah belok untuk si Wuntat ngasih tau hehehe...

Jam 7.30 gw udah di STTN nungguin dosennya dateng, gw masih agak canggung sama mahasiswa-mahasiswa ini, mereka masih ngobrol sama kawan-kawannya sedangkan gw dicuekin, yah maklum namanya juga orang baru, harus gw yang mulai mendekatkan diri sama mereka. sampai saat ini dari 26 orang mahasiswa gw udah kenal 4 nama dan muka. sisanya baru tau muka.

Tadi sempet ke kantin STTN buat makan, ternyata murah makan disini. dikantin ini klo makan ambil sendiri terus bayar dulu, tapi tadi gw salah abis gw ambil makanannya eh gw makan dulu baru bayar maklum ga lihat tulisan bayar dulunya. hehehe untung si ibu kantin baik jadi ga apa-apa katanya.

Sekian dulu perjalanan kuliah hari pertama dan kedua gw, disambung lagi kapan-kapan ya...          

Rabu, 12 Juni 2013

Ceritanya Touring ke Kampung Banduy

Tanggal 6 Juni 2013 kemarin saya beserta lima teman kantor mengadakan touring kecil-kecilan ke perkampungan Baduy di Banten. kenapa dibilang touring kecil-kecilan? soalnya yang ikut cuma 6 orang hehehe... kan biasanya klo touring banyakkan orangnya.

Berangkat ke Baduy...
Jam 6.00 pagi saya sudah bersiap berangkat ke titik pertemuan di perumahan pagedangan, saya mau mampir dulu ke rumah Pak Dedy Haryanto, salah satu teman yang juga ikut touring. Jam 6.30 saya sudah sampai di halaman depan rumah pak Dedy yang kebetulan juga sudah menunggu kedatangan saya. Sampai di sana saya disuguhi teh Tegal, yang rasanya hemmmm.. mantap. Sekilas rasanya mirip teh Tong Tji, tapi kata Istri pak Dedy kualitas teh Tegal satu tingkat diatas teh Tong Tji. Ada satu lagi saya juga di belakali jus apel yang juga dibawa pak dedy, wah terima kasih banyak ya Bu...
Jam 6.45 saya dan pak Dedy pamit berangkat ke depan perumahan dimana teman-teman yang lain akan berkumpul disitu. Akhirnya jam 7.00 kami berenam telah berkumpul dan siap berangkat. Peserta touring hari ini adalah saya sendiri, Pak Dedy, Pak Darno (leader), Pak Dian, Pak Ari, dan Ainur.  
Yang didepan memimpin jalan adalah Pak Darno, karena beliau yang sudah pernah kesana dengan naik sepeda. Hah sepeda??? iya benar beliau suka bersepeda dan ikut klub sepeda juga. Jalan yang dilalui itu adalah jalan-jalan kecil yang melewati beberapa perkampungan, kami sempat berhenti di sebuah perkampungan karena ada teman kami yang mau sarapan dulu. 

Dari kiri ke kanan Agus, Darno, Ari, Ainur, Dian (Foto by: Dedy haryanto, Canon 600D )
Setelah melewati perkampungan akhirnya kita melawati jalan propinsi yang dikiri dan kanannya masih alami, banyak terhampar lahan kosong, kebun dan sawah. Pemandangannya benar-benar menyejukkan mata, tapi sayang tidak saya ambil gambarnya. Beberapa kali pak Darno berhenti untuk bertanya arah jalan, hemm mungkin lupa jalannya kali yah pikir saya.. tapi biarlah yang penting sampe toh kita juga nyantai kan.  sampai suatu ketika kita ternyata salah jalan cukup jauh dan memutuskan untuk berputar dan melewati sebuah perkampungan yang jalannya luar biasa ekstrim... Bayangkan jalan menanjak tajam beralaskan bongkahan batu, diiringi dengan rintikan gerimis halus menambah licin bebatuan tersebut. Alhasil motor saya dan pak Dian kesulitan menanjak kaeran ban kami licin untuk medan seperti ini. Saat saya dan pak Dian masih berjuang menaklukkan tanjakan seorang ibu tua memberi tahu saya "jang kesana jalannya kobangan kebo" saya melirik dengan kode "gimana?" ke arah pak Dian dan kemudian dia berkata "terusss.." oke lanjut dan akhirnya sampai juga ke jalan yang normal. Ternyata benar apa kata ibu tua tadi jalan didepan itu seperti kubangan kerbau, tidak bisa dilewati oleh motor. Akhirnya kami putuskan untuk putar arah cari jalan lain. Dalam hati berkata "fuih perjuangan lagi nih turunnya hehehe". 

Tragedi jatuhnya duo "MoGe"
 Setelah berhasil menembus perkampungan akhirnya kami bertemu juga dengan jalan yang benar. Perjalanan dilanjutkan dengan kondisi cuaca yang gerimis. Jalan yang kami lalui ini cukup bagus dan pemandanganya juga masih alami, terlihat gunung Salak dan gunung Gede dari tempat kami berkendara. Saat kami sedang menikmat perjalanan tiba-tiba jalan didepan menikung tajam dan menurun, saya dengan segera mengurangi gigi transmisi supaya terjadi engine brake. Didepan saya pak Dedy kehilangan kendali, keluar menuju bahu jalan dan terjatuh, dari belakang saya muncul Ainur yang juga kehilangan kendali dan keluar jalur dan terjatuh. Alhamdulillah tidak ada luka serius pada pak Dedy dan Ainur, mereka hanya sedikit kaget aja. Untuk motor (suzuki Thunder) pak Dedy tidak ada kerusakan yang berarti hanya lampu depannya saja yang bengkok, sendangkan motor (Honda MegaPro) Ainur selain lampu depan bengkok, spion kanan patah dan tuas perseneling bawah bengkok, untungnya masih bisa di tarik sehingga masih bisa di buat jalan. Insiden ini terjadi karena ternyata pak Dedy dan Ainur masih menggunakan gigi empat sehingga motor melaju terlalu cepat dan sulit dikendalikan karena jalannan yang licin.

Perjalanan yang bertambah panjang...
Setelah mencari tahu penyebab terjadinya insiden tadi, kami melanjutkan kembali perjalanan menuju kampung Baduy dengan lebih hati-hati. Setelah tak kunjung sampai akhirnya pak Dian meminta untuk istirahat sejenak karena jam telah menunjukkan pukul 11.30. kami berhenti disebuah warung untuk membeli kopi dan beberapa camilan sambil beristirahat sejenak. Menurut pemilik warung kampung Baduy sudah tidak jauh, kira-kira tinggal 9 km. Setelah energi kemabali terisi kami melanjutkan perjalanan yang katanya tinggal 9 km lagi hehehe.. Ternyata benar, dalam 30 menit akhirnya kami sampai juga di desa Ciboleger Baduy. Sebelumnya diperkirakan perjalalan menuju Baduy akan memakan waktu 3 - 4 jam tapi pada kenyataanya perjalanan menghabiskan waktu 5 jam, dan ternyata kami telah melalui 133km jalanan. 

Awal yang buruk di Baduy...
Sampai di Baduy kami langsung cari tempat parkir yang ternyata sudah dikelola oleh warga sekitar. sambil beristirahat kami mencari mushola untuk sholat dan menyegarkan diri. Tidak sulit menemukan Mushola disini karena dari tempat parkir kubah mushola sudah terlihat jelas. Sayangnya di mushola tersebut tidak ada air, terpaksa harus berjalan kebelakang mushola. Dibelakang mushola ada sebuah bangunan mushola kecil dan  kamar mandi yang sudah tidak dipakai yang terlihat sudah rusak dan mengerikan. Disebelahnya ada sebuah bangunan seperti kolam penampungan air yang dibelah dua, satu untuk cuci dan satu untuk wudhu. cara wudhunya juga bukan menggunakan pancuran tapi dengan cara mengambil dari kolam dengan tangan. Jadi ingat cara wudhu di kampung-kampung jaman dulu. 
Selesai sholat berjamaah kami putuskan untuk makan dulu supaya tidak sakit dan kembali berenergi. Sayangnya tempat kami membeli makanan ini menunya tidak lengkap, hanya ada tahu berkuah, terlur berkuah, ikan goreng, ayam goreng dan ikan pesmol serta sambal. Saya memesan nasi dengan tahu berkuah dan ayam goren dengan sambal, saat saya mau makan ternyata daging ayamnya telah berjamur, akhirnya saya minta ganti telur berkuah, pak Dedy yang memesan  pesmol pun mendapati klo ikannya sudah sedikit basi, benar-benar pengalaman makan yang tidak mengenakan tentunya. mungkin saran buat teman-teman yang mau pergi ke Baduy untuk mencari rumah makan dulu sebelum sampai ke sini atau bisa membawa bekal dari rumah, karena saya amat sangat tidak menyarankan untuk makan disini. 
Untuk memasuki kampung Baduy sebenarnya tidak pungut biaya tapi karena ada oknum yang meminta akhirnya kami berikan Rp.20.000 untuk 6 orang. Hati-hati dengan orang yang selalu mengikuti dan  menunjukkan tempat-tempat disana.

Petualangan di kampung Baduy.
Oke lupakan makanan dan lupakan oknum, mari kita mulai petualangannya. Pemandangan yang disuguhkan pertama saat kita menuju kampung Baduy adalah deretan rumah adat yang didepannya di jadikan tempat untuk menjajakan kerajianan tangan khas orang Baduy dan dijadikan warung makanan ringan. 

Jualan kerajianan tangan

Jualan makanan ringan

Setelah melewati kampung ini kita akan melihat kumpulan perumahan masyarakat Baduy Luar yang letaknya sedikit keatas. Untuk menuju perkampungan Baduy ini cukup sulit mengingat kondisi jalan yang berupa tanah merah bercampur batu yang licin karena guyuran gerimis sepanjang hari.
Perkampungan Baduy
Setelah melewati perkampungan Baduy Luar yang satu ini kami bertemu dengan satu orang Baduy yang mengikuti kita bernama pak Yardi. Pak Yardi ini menemani kita berjalan menyusuri jalan setapak menuju kedalam perkampungan Baduy Luar lainnya, menurut cerita pak Yardi untuk menuju ke kampung Baduy Dalam diperlukan waktu 3-4 jam, rutenya pun tidak mudah harus naik turun gunung. Dalam perjalanan menuju kampung Baduy Luar lainnya kami menjumpai beberapa lumbung-lumbung padi masyarakat desa ini. 
Lumbung padi masyarakat Baduy
Pak Yardi Orang Baduy Luar














Ternyata jalan setelah melewati lumbung padi ini menjadi lebih ekstrim karena jalannya menanjak tinggi kemudian turun tajam ditambah kondisi berbatu dan licin sekali. Butuh konsentrasi dan keseimbangan untuk melewati jalan ini, kalo tidak berhati-hati bisa saja terjatuh dan terguling jauh.
Ainur berusaha menahlukkan tanjakan

Pak Darno dengan santainya menaiki jalan setapak sedengkan saya sudah mulai lemas
(Foto by: Dedy Haryanto Canon 600D )

Ranger Dedy Haryanto masih bersemangat mengangkat senjata sembari menyusuri jalan setapak
(Foto by : Ari Nikon Coolpix S)
Niat kami ingin berjalan sampai bertemu dengan jembatan kayu legendaris, tapi apa boleh dikata fisik dan waktu tidak memungkinkan saat ini waktu telah menunjukkan pukul 14.10, kami sekarang berada di sebuah perkampungan  kecil badul luar laiinya bernama kampung Balimbing, dari enam orang saya, Ainur dan pak Dedy sudah mulai kelelahan. Akhirnya petualangan harus berhenti disini, kami harus menyisakan tenaga untuk kembali ke rumah.  Sebelum jalan pulang foto bareng dulu...

Foto bareng (Foto by: NN Sony Nex F3)
Kembali ke pintu masuk
Bukanlah sebuah hal yang mudah dalam perjalanan kembali menuju ke pintu masuk kampung Baduy. butuh perjuangan yang ekstra kuat karena energi kita telah mulai habis. Untuk memulihkan tenaga saya minum bekal air putih yang disiapkan oleh istri saya tercinta dan juga minum beberapa teguk jus aple untuk mengambil gula sebagai bahan bakar energi. setelah dirasa cukup kami memulai langkah perjalanan ini dengan semangat mau pulang. hehehe... 
Korban yang jatuh dalam perjalanan ini adalah pak Dedy yang hampir pingsan dalam perjalanan karena kecapaian, setelah beristirahat melepas semua perlengkapan dan tiduran sebentar untuk mengembalikan sirkulasi darah agar kembali normal, akhirnya pak Dedy kembali bangkit. Agar bebannya berkurang pak Yardi menolong dengan membawakan perlengkapan pak Dedy yang cukup berat.
Perjuangan untuk pulang 
Perjalanan Pulang 
Setelah berjuang menaklukkan kampung Baduy sampai juga kami di pintu masuk saat jam menunjukkan pukul 15.40. Untuk menutup perjalanan kali ini kami berpose di pintu masuk kampung Baduy, kemudian kami beristirahat sebentar mengumpulkan energi untuk mengendarai motor menuju rumah. 


Sampai jumpa Baduy
Inilah akhir perjalanan saya dan teman-teman ke kampung Baduy, sampai ketemu lagi di cerita-cerita saya yang lainnya... 


  

Senin, 20 Mei 2013

Ceritanya Mencicipi Kepiting di Raja Kepiting

Kali ini ceritanya gw sama istri pengen makan seafood nah kebetulan ada voucher diskon dari Livingsocial.com buat makan di Resto Raja Kepiting. Gw beli 2 voucher @Rp.50.000 senilai @Rp.100.000 lumayan hemat 50%. 
Nah hari ini kita pake vouchernya buat makan siang Raja Kepiting Gading Serpong. Lokasinya ada di Ruko Flourite FR 33 Summarecon Gading Serpong, pokoknya jalan Raya Serpong masuk ke arah Summarecon nanti Rukonya ada di sebelah kiri. 
Di sini pengunjungnya gak sebanyak yang di Raja Kepiting Serpong jadi enak gak teralalu ramai. Menu yang dipesen Istri gw adalah kepiting jantan dengan saus padang, waktu mau pesen itu ditanyain mau yang berapa ons, trus kita bisa pilih sendiri kepitingnya. Kepiting yang didisplay itu semuanya masih hidup jadi bener-bener fresh banget. Gw pilih kepiting yang beratnya 7 ons, segitu aja udah gede banget loh. Selain itu gw pesen Cumi Bakar, Bakmi Goreng Seafood, Cah Kangkung Udang, Nasi Putih dan 2 gelas es teh manis.

Cah Kangkung, Cumi Bakar dan Kepiting Jantan Saus Padang
Rasa cumi bakarnya enak dan tingkat kematengannya pas. Cumi bakar disajikan beserta sambal merah dengan rasa terasi yang samar-samar dan tidak terlalu pedas. Cah kangkung udangnya juga enak rasa kangkungnya masih kress-kress dengan 3 ekor udang yang dipotong kecil-kecil. Bakmi seafoodnya klo menurut gw agak kurang aldente dan bumbunya kurang nendang. Klo kepiting saus padangnya rasa kuahnya "Top Markotop" daging kepitingnya "Maknyusss...". Daging kepitingnya tuh tebel dan lembut, pas masuk ke mulus tuh seakan-akan langsung meleleh dan rasanya manis ditambah saus padangnya yang tingkat kepedesannya tuh cantik bikin orang ketagihan.

Kepitingnya Gede
Di Capit Kepiting





Pokoe makan siang kali ini mantep banget, puas sama rasanya juga puas sama harganya.Kepiting dengan berat dibawah 5 ons dibandrol Rp.21.000/ons, untuk kepiting diatas 5 ons dibandrol Rp.24.000/ons. Seporsi Cumi bakar Rp.30.00, cah kangkung udang Rp.17.500, bakmi seafood Rp.25.000, nasi putih Rp.5.000 dan Es Teh manis Rp.3.500. Untuk lengkapnya bisa lihat di daftar harga yang sempat gw foto pas mau pulang.
Daftar Menu & Harga
Oke Sekian dulu cerita kulineran kita hari, sampe ketemu di kulineran berikutnya....   

Senin, 22 April 2013

Ceritanya Jajan Roti Cane

Ceritanya pulang kantor lagi pengen makanan yang spicy, kayaknya nyobain roti cane enak nih. Yo wis kita mampir ke pasar lama Tangerang dimana ada yang jual roti cane yang konon katanya enak, karena tiap kali lewat sana yang anteri beli banyak banget.
Lokasi Jl. Kisamaun Tangerang
Roti cane atau canai ini berbentuk lingkaran pipih  berwarna kuning yang berlapis-lapis. Cara memasaknya cukup di goreng di atas wajan yang biasanya untuk buat martabak telur (karena biasanya juga menyediakan martabak telur) yang di olesi sedikit minyak. Setelah di goreng bagian luarnya akan berwana coklat dan terasa garing. Uniknya setelah selesai di goreng roti cane ini kemudian di robek dan di hancurkan dengan spatula untuk yang makan di tempat atau setelah di bungkus di tekan dengan tangan untuk yang dibawa pulang, mungkin supaya gampang makannya dan gak keras ya.



Panggang Roti Cane
Nah untuk menemani makan roti cane diberikan beberapa pilihan mau manis atau gurih. Biasanya roti cane dinikmati dengan kuah kari kambing atau kari ayam, tergantung kesukaan kita. Tapi untuk yang ga suka kari di warung ini disediakan yang manis, pilihannya bisa dengan taburan gula, keju susu coklat, strawbery, dan nanas.   
Gerobak Roti Cane
Penjual roti cane ini sepertinya orang India, gw gak tanya-tanya nama dan lain-lainnya soalnya dia lagi sibuk bikin pesanan orang dan yang antri udah banyak aja. Jadi mungkin nanti rasanya mirip seperti roti cane yang  di India hehehe... kita lihat nanti ya.   

Penjual Roti Cane
Selain roti cane disini juga jual martabak dan mie rebus (EMIE). Untuk menikmati  seporsi roti cane dengan kuah kari  cukup dengan mengeluarkan uang Rp.8000,- . Gw juga minta ijin sama penjualnya buat foto daftar menunya biar bisa di sharing disini.  

Menu &Daftar harganya
Dari penglihatan gw disini kebanyakan orang memesan roti cane dengan kuah kari kambing dan martabak telur. Gw sama istri pesen roti cane dengan kuah kari aja dulu. Mengenai rasa, roti canenya lembut ga keras, trus kalo kuah karinya menurut gw rasanya seperti kari pada umumnya tapi rempah-rempahnya lebih berasa dan agak lebih pedas. Cara makan roti cane ini dengan mencelupkan roti cane kedalam kuah kari, atau kalo gw lebih suka merendam roti cane dengan kuahnya trus dimakan pake tangan... emmm mantap. Menurut gw roti cane ini bisa menjadi salah satu pilihan jajan yang terjangkau. 

Oke sekian dulu jalan jajan kita kali ini, masih banyak jajanan di pasar lama ini yang akan kita coba, tunggu ceritanya yang lain ya...