Kamis, 03 September 2015

Ullen Sentalu, Museum Seni dan Budaya Jawa

Setelah 1 tahun lebih nggak menulis di blog akhirnya baru mulai lagi. Mudah-mudahan masih bisa diterima tulisannya hehehe. Selama rehat nulis ada banyak cerita yang belum di tulis, semoga masih inget dan berkenan untuk dibaca.  Memulai tulisan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya dan teman-teman berkunjung ke Museum Seni dan Budaya Jawa atau yang lebih terkenal dengan sebutan Museum Ullen Sentalu. 

Ullen Sentalu merupakan singkatan dari "ULating bLENcong SEjatiNTAtarining  LUmaku". berasal dari bahasa jawa yang artinya "Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan". Blencong adalah lampu minyak yang digunakan dalam pertunjukkan wayang kulit. 

Museum Ullen Sentalu didirikan oleh keluarga Haryono yang masih keturunan keraton Yogyakarta. Museum yang mulai dirintis pada tahun 1994 dan diresmikan 1 Maret 1997 ini didirikan di kaki triangulasi gunung Turgo, Merapi serta Plawangan dengan area seluas 1,2 Hektar yang dikembangkan. Area tersebut secara filosofis dinamakan nDalem Kaswargan atau Rumah Surga. 

Oke segitu aja sejarahnya sekarang kita menuju Museum Ullen Sentalu yang beralamat di jalan Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Sleman, Yogyakarta.  
Pintu masuk Museum Ullen Sentalu (8 November 2014)
Tempat parkir kendaraan roda dua (8 November 2014)
Jalan menuju pintu masuk museum (8 November 2014)  
November 2014 adalah kali pertama saya datang ke museum ini bersama dengan teman-teman kuliah di STTN. Kami sampai di lokasi jam 8.00 pagi jadi belum ada yang jaga di pintu masuk dan loket penjualan tiket. Jam buka Museum ini mulai dari jam 8.30 pagi sampai 16.00 sore pada hari Selasa hingga Jum'at, dan pada hari Sabtu Minggu buka dari jam 8.30 pagi sampai 16.30 sore, sedangkan untuk hari Senin Museum tutup. Tiket masuk untuk Wisatawan Lokal Rp. 30.000 untuk dewasa dan Rp. 15.000 untuk anak usia 5-16 tahun.   Sedangkan Tiket masuk untuk Wisatawan Mancanegara Rp. 50.000 untuk dewasa dan Rp.30.000 untuk anak usia 5-16 tahun. Parkir roda dua dan roda empatnya gratis.

Tengah depan Andy Prasetyo, dari kiri Zulfikar Elran, Agus Nurrachman, Ovada Natalia, Fajar Julianto, Ferdy Fernando
( 8 November 2014)
Agenda Wajib ke Museum ini adalah foto didepan pintu masuk museum, yang ambil foto mba-mba penjaga pintu masuk.  

Loncat ke Juli 2015, saya kembali lagi ke Museum Ullen Sentalu kali ini mengajak Avinda a.k.a Istri dan Andy yang lagi punya waktu luang buat nemenin kita jalan-jalan. Kali ini kami ke Ullen Sentalu siang hari jam 13.00 dan ternyata sedang banyak pengunjung (rombongan wisata). 
Loket pembelian tiket masuk Ullen Sentalu (31 Juli 2015)
Harga tiketnya masih sama dengan tahun 2014

Agenda Wajib foto didepan pintu masuk museum ,dari kiri Avinda, Agus N, Andy P 
Sebelum masuk museum kita akan dikenalkan dengan seorang pemandu yang akan mendampingi kita selama selama berada didalam museum. Pertama pemandu akan menjelaskan peraturan selama didalam museum, diantaranya adalah tidak merokok, makan dan minum selama tour, tidak boleh menyentuh benda koleksi, tidak boleh mengambil gambar atau merekam benda koleksi. 

Ruangan pertama yang dikunjungi adalah Guwa Selo Giri (Gua Batu Gunung). Didalam ruangan ini terdapat ruang selamat datang, ruang pameran gamelan dan ruang pemeran foto-foto. Selama tour berlangsung pemandu akan menceritakan sejarah dari tiap koleksi, kita juga dibolehkan bertanya kepada pemandu. 

Ruang kedua adalah  Kampung Kambang yang terletak diatas air (mengambang) dibangun menyerupai kampung rumah orang Kalang yang tinggal di ibukota kuno Mataram Kini atau Mataram Islam periode Pertama (Mataram Islam periode Kedua adalah kurun waktu setelah perjanjian Giyanti) di Kotagede dengan jalanan sempit menyerupai gang dan dibuat berkelak-kelok menyerupai struktur labirin Minoan. Kampung Kambang terdiri dari lima ruang pamer museum, yaitu: Ruang Syair  untuk Tineke, Royal Room Ratoe Mas, Ruang Batik Vorstendlanden, Ruang Batik  Pesisiran, dan Ruang Putri Dambaan. 

Tempat ketiga adalah Koridor Retja Landa, museum luar ruangan yang memamerkan arca dewa-dewi Hindu dan Buddha dari abad ke-8 masehi. salah satu arca yang menarik adalah Ganesha. Perut Ganesha yang "buncit" memiliki filosofi yang menarik, konon sangking banyaknya ilmu pengetahuan maka sebagian disimpan dalam perutnya, sehingga perutnya membesar karena penuh dengan ilmu pengetahuan. 

Ruang Keempat adalah Sasana Sekar Bawana, di ruang ini dipamerkan beberapa lukisan raja Mataram, lukisan tari sakral  Bedhaya Ketawang, serta lukisan dan patung dengan tata rias pengantin gaya  Yogyakarta. setelah selesai menjelaskan koleksi diruangan ini kami dibawa ke ruang istriahat dan disuguhkan dengan minuman spesial yaitu Ratu Mas. Minuman ini merupakan resep rahasia racikan Kanjeng Ratu Mas, yang terdiri dari 7 bahan alami dan dipercaya bisa memberi kesehatan serta membuat awet muda. 

Terakhir kita dibawa ke ruang terbuka dimana ada relief dewi yang dipajang secara miring, yang memiliki makna untuk mengingatkan pemuda pemudi kita saat ini yang sudah sudah mulai bergeser ke kebudayaan asing untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal. 


Releif Miring (8 November 2014)











Relief Miring (31 Juli 2015)


Di Ruang terbuka ini kita dibolehkan mengambil foto di depan relief miring tersebut. Tak terasa sudah 50 menit kita mengelilingi museum Ullen Sentalu dan ini merupakan akhir dari tour. selanjutnya kita dibawa keluar melalui gerbang belakang dimana ada Restoran Buekenhof dan Galeri untuk membeli oleh-oleh. 

Sekian dulu cerita kami jalan-jalan mengelilingi museum Ullen Sentalu, sampai ketemu di perjalan kami berikutnya... 


Sumber : 
  1. http://ullensentalu.com/
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Ullen_Sentalu



 



Kamis, 29 Mei 2014

Ceritanya Mengejar Matahari Terbit di Embung Ngelanggeran

Kali ini ceritanya saya penasaran sama gambar yang dikasih Andy (Teman kuliah) tentang suatu tempat diatas Gunung Api Purba, katanya di daerah Ngelanggeran. Akhirnya untuk membuktikan keindahannya maka saya, Andy dan Ana (Teman kuliah) nekat berangkat jam 4 pagi menuju tempat yang sama sekali kita belum pernah lewati. 

Pagi 24 Mei 2014 Jam 03.50 WIB saya dan Andy dengan dua motor sudah berada di depan tempat kos Ana, jam 04.00 WIB kami sudah siap berangkat. Perjalanan dimulai dengan ritual mengisi bensin hingga penuh supaya aman dari kehabisan bahan bakar, andai sampai kesasar. Dari informasi yang didapat, lokasinya tidaklah terlalu jauh, sekitar 40menit dari daerah Jogja. Saya juga menggunakan GPS dan peta dari Hp Nokia 620 untuk menunjukkan jalan menuju lokasi wisata Gunung Purba, yang katanya Embung Ngelanggeran tidak jauh dari sana.

Perjalanan dimulai melalui Ringroad selatan menuju jalan Wonosari, kemudian melewati Bukit Bintang, setelah itu ada perempatan besar, belok kiri  menuju desa Ngoro-oro. Nah, memasuki desa ini kita akan di sajikan jalan yang gelap gulita, karena kurangnya lampu penerangan jalan ditambah sepinya jalan dipagi hari, menambah "seru" perjalanan. Sepanjang jalan kami "baca-baca" karena jalan didepan benar-benar membuat kami deg-degkan, karena kadang ujung jalan tidak terlihat, karena jalan naik turun dan berliku-liku khas pegunungan. didesa ini terdapat banyak sekali tower menara relay dan tower stasiun televisi. Kami mengikuti di bimbing GPS kami melewati Puskesmas, kemudian belok kekiri menuju Patuk II. Ikuti jalan hingga akhirnya sampai dilokasi wisata Gunung Purba. Sampai disini saja GPS mampu menunjukkan jalan, akhirnya kami bertanya dengan penjaga parkir dan menunjukkan arah ke Embung Ngelanggeran, Kata Penjaga parkir, " ini pertigaan ambil kiri trus nanti ada tulisan kebun buah ambil kiri lagi". Berbekal petunjuk arah dari penjaga parkir, kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya tiba juga di pintu masuk kebun buah Ngelanggeran.

Untuk masuk ke lokasi wisata Embung Ngelanggeran di kenakan biaya retribusi sebesar Rp.5000 (siang hari) dan Rp.7000(malam hari) sedang untuk naik ke Gunung Purba dikenakan biaya Rp.7000 (siang hari) dan Rp.9000 (malam hari). Pintu masuk ini bukanlah akhir perjalanan, diperlukan berkendara sampai lokasi parkir yang letaknya dekat dengan Embung. Perjalan menuju lokasi parkir membutuhkan skill yang tinggi, karena jalannya masih berupa batu-batu, dan cukup terjal tanjakannya, ditambah kondisi yang lebih gelap dibanding jalan desa Ngoro-oro, menambah tegang perjalan, rasanya seperti masuk ke dunia lain hehehe.
Sampai dilokasi parkir, ada dua tempat parkir, dibawah dan diatas. Lokasi parkir diatas ada warungnya jadi kami parkir disini, parkir dibawah lumayan jauh juga jalannya. Tanya-tanya sama ibu yang di warung klo ke embung tinggal naik dari tanggal yang sudah ada, tapi klo ke Gunung Purba harus jalan kaki kira-kira 1 jam dan klo malam harus ditemani sama penjaganya, karena takut kesasar.

awalnya hanya kami berdua yang ada disini, tapi tidak lama berselang ada rombongan bermotor juga yang sampai. kami segera naik ke Embung supaya dapat momen yang katanya Andy romantis. Sayangnya kami tidak bawa kamera, sehingga hanya menggunakan Hp saja untuk foto-foto.


foto Andy waktu lampu di Embung masih menyala
foto Ana waktu lampu Embung pas lampu dimatikan
Dari lokasi Embung kami melihat kebawah itu hamparan awan, jika difoto terlihat seperti air, wih... keren banget.  Tapi sayangnya kami gak bisa melihat matahari terbit dari sini, karena ternyata tertutup oleh Gunung Purba.
 
Embung Ngelanggeran 
Ana & Andy dari atas Embung
Panorama Embung Ngelanggeran

Salah satu pemandangan dari sisi kanan Embung
Andy & Ana dengan latar belakang bebatuan gunung
Ana & Andy di salah satu bale dengan latar belakang hamparan awan

Jalan Pulang dari arah Embung
Matahari sudah mulai meninggi, perut kami sudah mulai keroncongan, kami putuskan untuk segera kembali ke kosan dan membeli sarapan disana. 
 


Minggu, 23 Februari 2014

Ceritanya Keliling Pulau Bali Day 3

Akhirnya masuk juga ke hari ke tiga dan akhir dari perjalann dari perjalanan kami selama di pulau dewat ini. 
Pada hari ketiga ini perjalanan kami sedikit tertunda karena hujan cukup deras mengguyur bali di pagi hari ini walaupun ada jas hujan di motor tapi kami enggan berbasah-basahan, karena rencana perjalan hari ini cukup jauh. Jam telah menunjukkan angka 9.00WITA dan hujan telah reda, kami segera bergegas pergi untuk mengejar waktu. Sebelum memulai perjalanan kami mampir dahulu ke pusat oleh-oleh Krisna di daerah Kuta untuk membeli beberapa cindera mata untuk dijadikan buah tangan sekaligus sebagai proyeksi harga untuk menawar nanti di pasar sukawati, hehehe. Setelah beberpa cinderamata dan beberapa oleh2 khas bali kami lanjutkan perjalanan, tujuan pertama kami adalah pantai Sanur, untuk menuju kesana saya dengan PeDe (Percaya Diri)  tidak menggunakan GPS, hanya berpatokan pada petunjuk jalan karena saya pikir akan mudah menemukannya. Ternyata perkiraan saya meleset, saya berjalan terlalu memutar sehingga menempuh rute yang cukup jauh, sebelum makin jauh, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan bantuan GPS dari Nokia 620. Akhirnya kami di pandu melalui rute yang cukup cepat, dan akhirnya sampai juga di daerah Sanur, Pantai yang pertama saya kunjungi adalah pantai batu kapur.

pantai batu kapur
 Setelah dari pantai batu kapur kami mencoba mengunjungi pantai Sindhu yang juga masih di daerah Sanur, pemandangan pantainya hampir sama dengan pantai batu kapur, hanya saja di pantai ini lebih ramai dengan para pedagang.
Jam telah menunjukkan jam 11.00WITA perut sudah mulai keroncongan tapi masih harus membeli oleh-oleh dulu. Tujuan kami berikutnya adalah Pasar Seni Sukawati, pasar yang katanya wajib dikunjungi bila pergi ke Bali. Sampai di Pasar Sukawati kami segera masuk untuk mencari beberapa pakaian khas bali untuk dijadikan oleh-oleh. Dengan bekal gambaran harga di Krisna, kami pun menawar dengan harga yang jauh dari harga di sana, kami coba menawar sampai 1/2 harga yang ditawarkan para penjual di pasar ini, akhirnya setelah negosiasi yang cukup  baik dapatlah harga yang oke. Kesan kami berbelanja di pasar Sukawati ini cukup nyaman, dengan para penjual yang ramah dan masih mau diajak negosiasi harga walau kami menawar sampai 1/2 harga yang ditawarkan. Selesai berbelanja kami melanjutkan perjalanan menuju tempat makan yang direkomendasikan oleh banyak orang yaitu Bebek Bengil di daerah Ubud. 

Bebek Bengil + Lemon Tea & Bebek Samabal Hijau + Lemon
 Tidak butuh waktu lama untuk mencapai lokasi Restoran Bebek Bengil ini. Sesampainya disana kami langsung disambut baik oleh para pelayannya, saat diantar menuju tempat makan, kita disuguhi oleh pemandangan sawah di dalam area restoran, dibelakang restoran in juga terhampar sawah yang luas. Kami memesan seporsi bebek bengil + lemon tea dan seporsi bebek sambal hijau + lemon. Saat pesanan kami datang saya kaget karena ukuran bebeknya besar sekali. Rasa bebek bengilnya enak banget, kulitnya kering tapi dagingnya masih basah dan lembut, sambal mata nya juga juara enak bangettt... dijamin kenyang deh makan seporsi bebek bengil ini. untuk yang bebek sambal hijaunya juga rasanya enak, bedanya bebeknya sudah dilumuri dengan sambal hijau, disajiakan dengan nasi jagung, eemm yummy.

Tanah Lot
Selesai makan kami tidak langsung pergi tapi kami masih mau besantai-santai dulu disini menikmati suasana sawah sambil beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kami berikutnya yang lumayan cukup jauh yaitu menuju Tanah Lot.
Perjalanan menuju Tanah Lot dimulai, kami mengeset GPS dan mulai menyusuri daerah persawahan didaerah Ubud ini. Sepanjang jalan di daerah ini kami juga melihat banyak yang menjual aneka kerajinan kayu, sama halnya seperti waktu di jepara. Perjalanan menuju Tanah Lot ini menyenangkan, karena kami melewati daerah yang masih asri, banyak sekali sawah dan jalan yang sepi sehingga sedikit polusi udaranya.
Akhirnya sampai juga di Tanah Lot. Untuk masuk ke Tanah Lot kita wajib membayar tiket masuk sebesar 8000/orang. Hari ini Tanah Lot sedang ramia dikunjungi wisatawan, kami coba menjelajah ke sekeliling daerah ini. pemandangannya indah sekali, hanya sayang cuacanya mendung sehingga agak sangsi untuk dapat melihat matahari tenggelam dari sini, maka kami putuskan untuk kembali ke hotel sebelum gelap.
Sesampainya di hotel badan kami rasanya pegal semua, maka istri ku mencoba memesan pijat yang ada di Spa hotel kami menginap. Selesai di pijat, badan kami kembali segar, diikuti perut kami yang kembali keroncongan, maka kami langsung cari makan di sekitaran hotel. Kami menemukan warung makan yang juga ramai dibicarakan oleh banyak backpacker yang itu warung Ibu Rima, yang ada di daerah kuta. Saya memesan nasi dengan ayam goreng sedang istri saya memesan nasi dengan ikan lele.  Rasa masakannya enak, sambalnya pedesnya mantep, patut dicoba deh dan yang pasti harganya terjangkau, tapi warungnya hanya buka di malam hari.
Setelah perut terisi kami kembali ke hotel untuk nersih-bersih dan beres-beres karena besaok pagi jam 6.00WITA kami sudah harus terbang ke jakarta. Oiya ada satu laginoleh-oleh yang wajib dibawa yaitu Pai Susu, yang terkenal sjh namanya Pai Susu asli enak, kami membelinya dengan cara pesan via telepon dan minta diantar ke hotel dengan tambahan ongkos kirim, klo bisa pesannya dari 2 hari sebelumnya, supaya tidak habis dan bisa diantar.
Jam 9.00WITA, saya janjian di loby hotel dengan orang yang akan ambil motor dari rental motor, karena saya saya meminta diambil nya setelah jam jemput rental ini berakhir maka saya dikenakan biaya tambahan Rp20.000.
Oke sekian perjalanan kami mengelilingi Pulau Bali, memang tidak semua objek wisata kami datangi dan tidak semua makanan khas bali kami cicipi, tapi pengalaman menyusuri jalan dan menikmati indahnya pemandangan pulai ini cukup menjadi memori tersendiri untuk kami. jiahh... sok-sok-an hehehe...

Pantai Batu Kapur Rp.2.000 (parkir)
Pantai Sindhu  Rp. 2.000 (parkir)
Pasar Sukawati Rp. 2.000 (parkir)
Makan Siang Bebek Bengil Rp.230.000 (lupa berapa pastinya)
Tanah Lot Rp.8000/orang
Warung Nasi Ibu Rima Rp. 25.000
Pai Susu Asli Enak Rp. 200.000
Bensin Rp.14.000
Biaya jemput motor Rp.20.000
Taksi dari Hotel ke Bandara Rp.33.000 
 

Jumat, 07 Februari 2014

Ceritanya Keliling Pulau Bali Day 2

Setelah keliling pulau bali day 1 saya akan melanjutkan cerita pengalaman keliling pulau bali pada hari kedua kami. 
Perjalanan hari ke dua 22 Januari 2014
Pagi hari ini cuaca cukup cerah, sehingga mendukung jadwal kami untuk mengelilingi bagian selatan pulau Dewata ini. Ya kami akan mencoba mengunjungi beberapa pantai yang menurut informasi adalah surga yang tersembunyi. 
Sebelum memulai petualangan ada baiknya sarapan terlebih dahulu, menu sarapan hari ini adalah roti tawar dengan selai susu cokelat hehehe,,, selain hemat juga cepat, jadi ngga kelamaan sarapan. Oke selesai sarapan kami memanaskan motor sebentar, sembari menghidupkan GPS dan Peta Nokia 620 untuk memandu kami menuju tempat yang akan kami kunjungi.        
Oke tujuan pertama kita adalah pantai Pandawa... Dari daerah Kuta saya mengambil jalan menuju Nusa Dua melalui Tol Mandara. lalu melewati daerah perkampungan yang masih banyak dengan pohon-pohon, dan akhinya sampai juga di pantai Pandawa. untuk menuju tempat ini kita akan disuguhi dengan pemandangan gunung kapur dan beberapa tebing dengan ukiran patung dewa-dewa. 


Pantai Pandawa ini termasuk pantai yang masih sepi dan masih bersih. Setelah puas menikmati pantai Pandawa kami akan melanjutkan perjalanan ke pantai yang tak kalah menariknya yaitu pantai Karma Kandara. So nyalakan GPSnya kembali dan tancap gas ke Karma Kandara. 


Untuk mencapai pantai Karma Kandara dibutuhkan perjuangan yang besar, karena harus menuruni setidaknya 390 anak tangga, tapi perjuangan itu dibayar lunas dengan pemadangan pantai Karma Kandara yang indah ini. ternyata perjalanan keluar dari pantai ini menjadi 2 kali  lipat karena kita harus menaiki tangga yang tadi kita turuni. Sebenarnya ada cara yang lebih mudah untuk menuju ke pantai ini dengan menggunakan lift, tetapi kita harus membayar cukup mahal. Oke setelah sampai diatas kami putuskan untuk langsung melanjutkan ke pantai berikutnya yaitu pantai Padang-Padang..

Di tengah perjalanan menuju Pantai Padang-Padang kami mampir ke warung waralaba yang selalu  ada berdampingan itu untuk membeli air minum karena bekal air minum kami telah habis karena perjuangan menaiki tangga di pantai Karma Kandara tadi hehehe... Setelah mengisi perbekalan kami lanjutkan perjalanan menuju pantai Padang-Padang.


 Untuk mencapai pantai Padang-Padang ini ada dua rute yang bisa di lalui yaitu lewat tangga sebelum jembatan dan lewat Pura seperti yang dilalui oleh Julia Robert dalam film eat pray and love nya. Kami memilih  untuk melewati pura dan merasakan sensasi melewati celah batu karang. Di pantai ini banyak sekali bule yang berjemur, padahal mataharinya panas banget, suasana pantai yang tidak begitu ramai dan pantai yang tidak telalu berombak mungkin menjadikan tempat ini menjadi pilihan para turis untuk "membakar" kulitnya.
Oke mari kita lanjutkan perjalanan ini menuju pantai Dreamland. Dari pantai Padang-Padang menuju Pantai  Dream Land tidak begitu jauh, lokasi pantai Dreamland ini berada pada komplek perumahan mewah. 
Pantai Dreamland tidak begitu besar, hampir sama seperti pantai Padang-Padang dan di pantai ini terdapat payung-payung yang disewakan pada wisatawan yang datang. Di Pantai ini kami beli Pop mie untuk menggajal perut karena telah memasuki jam makan siang. sembari makan mie sembari menikmari hembusan angin pantai yang kencang. Setelah menghabiskan penggajal siang kami, perjalanan dilanjutkan menuju pantai Balangan.   
Perjalanan menuju pantai ini lumayan cukup jauh, saya hampir tidak yakin dengan jalnnya karena terasa seperti berputar dan sangat sepi sekali jalanannya. Dengan mengandalkan peta dan GPS pada Nokia 620 akhirnya kami sampai juga di pantai Balangan. Pantai ini juga merupakan pantai yang sepi karena masih sedikit turis yang terlihat di sekitar pantai ini. 
 Karena hari telah menjelang sore dan perut kami kembali keroncongan akhirnya kami putuskan untuk mencari makan  siang menjelang sore ini. Karena ini hari rabu dan sedang ada promo potongan 50% maka kami putuskan untuk makan di KFC Nusa Dua sambil menunggu sore hari untuk makan malam di pinggir pantai Jimbaran.
Waktu telah menunjukkan jam 6 sore waktunya pergi ke Jimbaran untuk makan malam sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam. Menu sore ini adalah Seafood dari Caviar Cafe Jimbaran. ditambah kelapa hijau wah lengkap sudah hari ini.

 Perut udah kenyang, kaki udah pegel, hari sudah menjelang malam waktunya kita kembali ke hotel untuk istirahat, karena besok kita masih ada jadwal mengelilingi Bali bagian tengah.

Pantai Pandawa : Rp 5.000 (Rp.2.000/orang + 1.000/motor)
Pantai Karma Kandara : Free
Pantai Padang-Padang : Rp.2.000
Pantai Dreamland : Rp 5.000 (Rp.2.000/orang + 1.000/motor)
Pantai  Balangan : Rp 5.000 (Rp.2.000/orang + 1.000/motor)
Makan Siang : Rp 45.000
Pantai Jimbaran: Rp 125.000 (makan malam)
Bensin : Rp 14.000
Bersambung ke Keliling Pulau Bali Day 3
 

    









Senin, 27 Januari 2014

Ceritanya Keliling Pulau Bali day 1

Nggak berasa udah tahun 2014 dan saya baru mulai nulis lagi. Mengawali tulisan di tahun yang baru ini saya akan menceritakan pengalaman saya dan istri liburan ke pulau Bali dalam rangka memenuhi kepinginan saya yang memang belum pernah kepulau ini.
Perjalanan dimulai pada tanggal 21 Januari 2014.
Pagi hari jam 5.00 WIB kami sudah berangkat menuju Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta naik si Merah yang setia menemani dikala cuaca subuh ini hujan dengan intensitas ringan karena penerbangan kami jam 6.50 WIB. Sampai dibandara hujan makin membesar, alhasil setelah parkir inap si Merah saya kebasahan. Setelah selesai bayar boardingpass saya masih sempat untuk ganti pakaian, dari pada masuk angin. Pesawat kami sedikit terlambat berangkat karena harus menunggu antrian terbang lepas landas yang ternyata sudah panjang.
Jam 10.30WITA kami akhinya mendarat di pulau Dewata dengan cuaca yang mendung mulai cerah. Segera setelah keluar dari bandara Ngurahrai saya menghubungi pak Yudi yang telah janjian akan menyewakan motor selama kami di Bali. Transaksi dilakukan di parkiran motor bandara Ngurahrai, praktis jadi ga perlu pakai taksi buat ke hotel hehehe... Paket penyewaan motornya sudah termasuk 2 buah helm dan 2 jas Hujan. Selesai transaksi kami berpamitan langsung menuju hotel Grandmas Kuta. Bermodal GPS dari smartphone istriku kami menyusuri gang-gang kota ini menuju hotel. sampai dihotel masih jam 11.30WITA sedangkan waktu chekin nya jam 14.00WITA jadi kami titip barang dulu sementara kami mau jalan-jalan dulu dan cari makan siang. Kami mulai jalan-jalan keliling Kuta, mencari tempat makan sembari melihat pantai. sayangnya pantai Kuta yang terkenal ini kondisinya kurang oke karena banyak sampah yang terhampar di sepanjang pantai.
 
 
Pantai Kuta
Setelah menengok Pantai kuta kami makan siang di Warung nasi pedes ibu Andika di jalan raya Kuta depan Supernova. Nasi, lauk dan sayurnya sama seperti warung makan pada umumnya, tapi sambelnya pedes banget. Jadi saya tau kenapa ini disebut nasi pedes, karena beneran pedes banget sambelnya.

Selesai makan siang saya dan istri, memutuskan untuk jalan-jalan melihat pantai Tanjung Benoa dan Pantai Nusa Dua. Kami mencoba melewati jalan bebas diatas laut yang terkenal ini Toll Bali Mandara, karena baru pertama lewat saya sempat salah belok dan akhirnya harus memutar untuk mencari jalan masuknya. Mengendarai motor di atas jalan toll ini sangat membutuhkan konsentrasi karena hempasan angin dari sampingnya cukup besar, sehingga harus jaga keseimbangan.

Toll Bali Mandara
Keluar jalan toll kami langsung mengambil jalan menuju Tanjung Benoa, kami ke salah satu pantai yang biasa digunakan untuk olahraga air. Tapi karena banyak anjing di pantai ini maka kami segera pergi menuju pantai berikutnya yaitu Nusa Dua.

Tanjung Benoa
Untuk menuju pantai Nusa Dua harus melewati semacam pos jaga yang memeriksa setiap yang lewat. mungkin karena lokasinya seperti di komplek perumahan elit gitu. setelah bertanya 2 kali karena takut salah belok akhirnya sampai juga ke pantai Nusa Dua. Kesan pertama lihat pantai ini bersih banget, tenang dan banyak bulenya hehehe... pantainya asik banget buat main air karena ombaknya yang tidak begitu besar, tukang yang berjualan nawarin aksesoris dan tato pun hanya terlihat 1-2 orang.




Pantai Nusa Dua (The Bay)

Setelah puas main air di sini kami putuskan untuk kembali ke Hotel untuk chek in dan istirahat untuk  membuat rencana nanti malam dan esok hari.
Hotel Grandmas Kuta
Setelah istirahat bebrapa saat untuk mengakhiri malam ini saya dan istri memutuskan untuk makan malam di Ayam Betutu Khas Gilimanuk di daerah Tuban.

airport tax : Rp.80.000
sewa motor : Rp. 150.000 for 3day
bensin : Rp. 17.000
parkir pantai Kuta : Rp.2.000
Parkir pantai Tanjung Benoa : Free
Parkir pantai Nusa Dua : Free
makan siang : Rp. 55.000
makan malam : Rp. 80.000
Toll Mandara : Rp 4.000 x 2 PP

bersambung ke  keliling pulau bali day 2
  



  

Selasa, 20 Agustus 2013

Balada Tugas Belajar (Kuliah lagi) di STTN Episode baru masuk

Yogyakarta 20 Agustus 2013
 Hari ini hari ke dua gw masuk kuliah di Sekolah Tinggi Teknik Nuklir - BATAN Yogyakarta, mumpung masih belum padet kuliahnya jadi bisa nulis blog.
Kemarin itu hari pertama gw kuliah gw berangkat dari Tangerang jam 4.30 pagi, dari bandara Soekarno-Hatta dianter Istri sama Ibu mertua. Jadwal pesawat jam 5.55 pagi, tapi pesawat baru take off  jam 6.20. Untung dapet duduk di deket jendela jadi lumayan bisa liat pemandangan pagi kota Tangerang, Jakarta dan sekitarnya. Jam 7.20 pesawat udah landing di Bandara Adi Sucipto. Jadwal kuliah hari senin jam 7.30, alamat telat masuk ini sih. Keluar bandara langsung dapet taksi ke Mess BATAN buat nitipin tas yang isinya peralatan rumah tangga. selesai taro tas langsung pergi ke STTN meluncur ke lantai 2 ketemu Risti (salah satu mahasiswa tugas belajar dari BATAN) lagi liat jadwal, langsung aja gw tanya minta bahan baju dimana? Rita: minta sama bu Rita sana di bagian Akademik. Tanpa berlama-lama langsung gw datangi bu Rita menagih bahan untuk seragam. perlu diketahui kuliah di STTN ini wajib memakai seragam, seragamnya mirip kayak sekolah tinggi penerbangan. karena gw telat gw tanya apa gw masih boleh masuk ruang kuliah jam pertama dan ga pakai seragam? katanya boleh dan seminggu pertama ini masih boleh kalo ga pakai seragam.

Perasaan agak dagdigdug waktu mau ngetuk pintu kelas, kira gw boleh masuk ga yah???
pas gw ketuk dan gw buka gw langsung bilang dengan Pak Tri Wulan mata kuliah Operasi Kinetika dan Pengendalian Reaktor??? Di jawab "Ya.. kamu ambil mata kuliah ini?" gw jawab Ya pak saya mahasiswa tugas belajar dari BATAN baru datang hari ini saya ambil mata kuliah bapak. "Ya sudah masuk saja".
dan gw masuk dengan baju bebas dan menjadi bahan pandangan semua mahasiswa di kelas, gw langsung menuju kursi paling belakang biar ga diliatin. Tiba-tiba sang dosen bertanya "kamu dulu dari mana?" gw jawab aja dari UNJ pak Universitas Negeri Jakarta. Dan semua mahasiswa langsung melirim dan Ohh jakarta bukan jogjakarta.Untungnya gw kenal sama salah satu mahasiswa yang ada di ruangan itu namanya Zuma mahasiswa beasiswa BATAN dari Belitung. selesai kuliah gw samperin si Zuma buat nanya-nanya.

Kuliah kedua gw praktikum sistem mikrokontroler yang ngajar kebetulan KaProdi gw jadi dia sekalian memperkenalkan gw sama anak-anak mahasiswa yang lain. kuliahnya cuma sebentar karena baru kuliah pertama jadi cuma perkenalan aja.

selesai kuliah gw minta tolong Zuma anterin ke tempat jahit baju seragam, dengan sabarnya si dia mau ngaterin gw ke tempat jahit dan gw dikasih pinjem motornya. Akhirnya gw tunggu temen gw Wuntat yang mau ngasih pinjem rumahnya buat gw tempatin di mess BATAN gw tunggu sampe jam 4 sore.

Jam 4 Wuntat udah nyamperin gw di mess BATAN, gw diboncengin ke rumahnya yang mau di pinjemin ke gw. sekali jalan gw lupa jalannya soalnya berliku-liku. habis magrib dia jemput gw lagi nagnterin gw ngambil tas sekalian gw ngapalin jalan ke rumah hehehe. hebatnya malam ini gw bisa tertidur dengan nyenyak di rumah baru ini, soalnya hawanya enak dan ga terasa menakutkan.

Jam 5.30 gw udah bangun dan sholat subuh lanjut nyapu rumah trus mandi. jam 6 gw keluar rumah pengen lihat kondisi lingkungan rumahnya  Wuntat. ternyata lingkungan enak, bersih dan masih asri, jaran banget ketemu lingkungan kayak gini di Jakarta. jam 7 kurang gw udah rapi-rapi pake baju seragam STTN yang dikirim sama temen kantor bekas anaknya. ga lama Wuntat dateng buat ngasih makan ayam nya trus kita berangkat. waktu berangkat gw sempet salah belok untuk si Wuntat ngasih tau hehehe...

Jam 7.30 gw udah di STTN nungguin dosennya dateng, gw masih agak canggung sama mahasiswa-mahasiswa ini, mereka masih ngobrol sama kawan-kawannya sedangkan gw dicuekin, yah maklum namanya juga orang baru, harus gw yang mulai mendekatkan diri sama mereka. sampai saat ini dari 26 orang mahasiswa gw udah kenal 4 nama dan muka. sisanya baru tau muka.

Tadi sempet ke kantin STTN buat makan, ternyata murah makan disini. dikantin ini klo makan ambil sendiri terus bayar dulu, tapi tadi gw salah abis gw ambil makanannya eh gw makan dulu baru bayar maklum ga lihat tulisan bayar dulunya. hehehe untung si ibu kantin baik jadi ga apa-apa katanya.

Sekian dulu perjalanan kuliah hari pertama dan kedua gw, disambung lagi kapan-kapan ya...